Home / Berita

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Sholawat Tibbil Qulub 300 Kali untuk Penyakit: Benarkah Mujarab? Ini Sumber Kitab dan Kesaksiannya

Sholawat Tibbil Qulub dikenal luas sebagai salah satu shalawat yang diamalkan untuk memohon kesehatan dan kesembuhan. Salah satu bagian lafaznya secara langsung menyebut “‘āfiyatil-abdāni wa syifā’ihā”, yaitu kesehatan badan dan kesembuhannya.

Namun, apakah benar ada tradisi ulama yang mengamalkannya dengan jumlah 300 kali setiap hari untuk penyakit? Dan dari mana sumbernya?

Lafaz Sholawat Tibbil Qulub

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَقُوتِ الْأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin mudah dibaca

Allahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin,
thibbil-quluubi wa dawaa-ihaa,
wa ‘aafiyatil-abdaani wa syifaa-ihaa,
wa nuuril-abshaari wa dhiyaa-ihaa,
wa qoutil-arwaahi wa ghidhaa-ihaa,
wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallim.

Artinya

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, obat bagi hati dan penyembuhnya, kesehatan badan dan kesembuhannya, cahaya penglihatan dan penerangnya, kekuatan ruh dan makanannya, serta kepada keluarga dan sahabat beliau, dan limpahkanlah salam.”

300 Kali Setiap Hari untuk Penyakit

Salah satu riwayat tradisi pengamalan yang dinukil dalam Majmū‘ Kalām al-Ḥabīb Aḥmad bin Ḥasan al-‘Aṭṭās menceritakan seorang laki-laki yang mengalami kelemahan penglihatan.

Ia mengadukan keadaannya kepada Habib Shalih bin Abdullah al-‘Attas. Setelah itu ia diperintahkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ dengan jumlah 300 kali setiap hari.

Dalam kisah tersebut dinukil bahwa setelah mengamalkannya, penglihatannya kembali seperti semula.

Ini menjadi menarik karena terdapat empat unsur sekaligus:

penyakit konkret → nasihat ulama → jumlah 300× → kesaksian hasil.

Dengan demikian, angka 300× bukan angka yang kita buat sendiri, tetapi berasal dari tradisi pengamalan yang dinukil dalam literatur ulama.

Apakah 300× Merupakan Hadis Nabi?

Tidak.

Tidak tepat mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ menetapkan Sholawat Tibbil Qulub sebanyak 300 kali untuk menyembuhkan penyakit.

Sholawat ini bukan hadis Nabi dengan lafaz tersebut, dan angka 300× juga bukan jumlah wajib atau sunnah yang ditetapkan Nabi ﷺ.

Kedudukannya lebih tepat sebagai amalan dalam tradisi ulama dan mujarrabat, disertai kisah pengalaman pengamal.

Karena itu, keyakinan tetap diarahkan kepada Allah. Shalawat merupakan bentuk ibadah dan doa, sedangkan kesembuhan datang dari Allah سبحانه وتعالى.

Mengapa Lafaznya Sangat Relevan untuk Penyakit?

Ada beberapa bagian penting:

طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا

Thibbil-qulūbi wa dawā’ihā

“Obat hati dan penyembuhnya.”

Kemudian:

وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا

Wa ‘āfiyatil-abdāni wa syifā’ihā

“Kesehatan badan dan kesembuhannya.”

Dan:

وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا

Wa nūril-abṣāri wa ḍiyā’ihā

“Cahaya penglihatan dan penerangnya.”

Sementara:

وَقُوتِ الْأَرْوَاحِ وَغِذَائِهَا

Wa qūtil-arwāḥi wa ghidzā’ihā

bermakna “kekuatan ruh dan makanannya.”

Karena itu, secara makna lafaz, Thibbil Qulub memang sangat dekat dengan permohonan kesehatan, kesembuhan badan, penglihatan, dan kekuatan ruh.

Cara Mengamalkan 300×

Bagi yang ingin mengikuti tradisi tersebut, dapat membaca:

Sholawat Tibbil Qulub 300× setiap hari.

Boleh dilakukan pada satu waktu atau dibagi menjadi beberapa bagian sesuai kemampuan. Yang penting tidak menganggap angka 300 sebagai kewajiban agama.

Sebelum membaca, niatkan:

«“Ya Allah, aku membaca shalawat ini sebagai ibadah dan memohon kepada-Mu kesehatan serta kesembuhan dari penyakit yang aku alami.”»

Setelah selesai, panjatkan doa secara khusus kepada Allah.

Benarkah Mujarab?

Jika istilah mujarab digunakan dalam pengertian tradisi amalan, maka ada dasar kesaksian pengamal yang menarik, khususnya kisah seseorang dengan gangguan penglihatan yang diberi amalan 300× setiap hari.

Namun, kesaksian tersebut bukan bukti medis dan tidak boleh diubah menjadi klaim bahwa semua penyakit pasti sembuh dengan 300×.

Karena itu, klasifikasi yang lebih aman adalah:

«Sholawat Tibbil Qulub 300× = amalan mujarrab dalam tradisi pengamal, dengan kesaksian kasus konkret, bukan hadis dengan jumlah khusus.»

Kesimpulan

Sholawat Tibbil Qulub memiliki keistimewaan tersendiri karena lafaznya secara langsung menyebut:

“kesehatan badan dan kesembuhannya.”

Tradisi 300× setiap hari juga memiliki kisah pengamalan yang dikaitkan dengan kelemahan penglihatan dan kembalinya penglihatan seperti semula.

Bagi yang ingin mengamalkannya, formula yang ditelusuri adalah:

Sholawat Tibbil Qulub — 300× setiap hari.

Tetap yakini bahwa Allah-lah Yang Maha Menyembuhkan, sementara shalawat, doa, dan pengobatan merupakan bagian dari ikhtiar.

Sumber yang ditelusuri

  • Majmū‘ Kalām al-Ḥabīb Aḥmad bin Ḥasan al-‘Aṭṭās — memuat kisah kelemahan penglihatan dan amalan 300×.
  • Sa‘ādah al-Dārayn fī al-Ṣalāti ‘alā Sayyid al-Kawnayn, karya Yusuf bin Ismail al-Nabhani — memuat keterangan jumlah 2.000× dan “dikatakan 400×” untuk penyakit.
  • Dar al-Ifta al-Misriyyah — memuat salah satu redaksi lengkap Sholawat Tibbil Qulub.

Catatan: angka 300× merupakan bagian dari tradisi amalan yang dinukil dari ulama, bukan ketetapan hadis Nabi ﷺ. Bagi penyakit yang membutuhkan penanganan medis, tetap lakukan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.

Share :

Baca Juga

Berita

Kompetisi TEKKEN di VB Coffee House Berlangsung Sukses, BNM Makassar Perkuat Sinergi Komunitas dalam Membangun Karakter Generasi Muda

Berita

Warga Manuju Gowa Galang Dana Pembangunan Masjid Menyambut Ramadan

Berita

Pengurus DPW Hidayatullah Sulsel Hadiri Musda IX MUI Sulsel*

Berita

AMJI-RI Sulsel Siapkan Pelatihan Jurnalistik AI di Wajo dan Sidrap, Dorong Media Lebih Profesional Sesuai Standar Dewan Pers

Berita

Muswil BNM Sulsel Perkuat Gerakan Anti Narkoba dan Pembinaan Moral Masyarakat

Berita

Baitul Wakaf Hidayatullah Sulsel Kembali Bangun Masjid di Makassar

Berita

AMJI Sulsel Gaungkan Literasi AI di Wajo, Jurnalis dan Aparatur Desa Diajak Bangkit Hadapi Era Digital

Berita

Perluas Gerakan Penyelamatan Generasi, BNM Sulsel Matangkan Pembentukan DPC Maros