Home / Berita

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:45 WIB

LAPORAN KHUSUS BNM

Seri Pertanyaan Masyarakat (PM-001)

MENGAPA RIBUAN KELUARGA BARU BELAJAR TENTANG NARKOTIKA SETELAH MUSIBAH DATANG?

Pengetahuan yang datang setelah masalah terjadi sering kali terlambat. Mengapa hal itu terus berulang, dan apa yang dapat kita lakukan agar tidak menjadi keluarga berikutnya?

Diterbitkan oleh DPD BNM Sulawesi Selatan

✍ EDITORIAL

Setiap hari masyarakat membaca berita tentang narkotika.

Ada yang diamankan.

Ada yang ditangkap.

Ada yang diproses.

Ada pula yang kehilangan masa depan.

Namun, sangat sedikit yang berhenti sejenak untuk bertanya,

> “Apa pelajaran yang bisa saya ambil sebelum hal itu terjadi pada keluarga saya?”

Inilah ironi yang selama ini kita hadapi.

Sebagian besar masyarakat mengenal narkotika hanya melalui berita singkat, unggahan media sosial, atau cerita dari orang lain. Akibatnya, pemahaman yang terbentuk sering kali tidak utuh. Ketika sebuah persoalan datang, kepanikan lebih dahulu muncul daripada pengetahuan.

Padahal, pengetahuan yang benar tidak selalu menghilangkan masalah, tetapi sering membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih tepat.

Melalui seri Pertanyaan Masyarakat, BNM mengajak masyarakat membangun budaya belajar, bertanya, dan memahami persoalan narkotika sebelum musibah datang. Sebab pencegahan selalu dimulai dari kesadaran.

πŸ“– SATU TELEPON YANG MENGUBAH SEGALANYA

Malam itu hujan turun perlahan.

Sebuah keluarga sedang berkumpul menikmati makan malam.

Seorang ayah baru pulang bekerja.

Seorang ibu sibuk menyiapkan minuman.

Anak-anak bercanda di ruang tamu.

Tidak ada yang menyangka bahwa dalam beberapa menit, suasana rumah akan berubah.

Telepon berdering.

Ayah mengangkatnya.

Beberapa detik kemudian wajahnya berubah pucat.

Tangannya gemetar.

Ibu bertanya pelan,

> “Ada apa?”

Ayah hanya mampu menjawab,

> “Kita harus pergi sekarang…”

Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan.

Yang terdengar hanyalah suara napas yang berat dan pikiran yang dipenuhi pertanyaan.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Apakah benar?”

“Apa yang harus kami lakukan?”

Setelah semuanya berlalu, sang ayah berkata dengan suara lirih,

> “Seandainya saya memahami persoalan ini lebih awal…”

Kalimat itu mungkin sederhana.

Namun di berbagai tempat, penyesalan serupa terus terulang.

🟦 FAKTA DI MASYARAKAT

Ada beberapa kenyataan yang sering ditemukan di tengah masyarakat.

β€’ Banyak orang baru mencari informasi setelah menghadapi persoalan.

β€’ Banyak keluarga mengambil keputusan ketika sedang panik.

β€’ Informasi dari media sosial sering dipercaya tanpa diperiksa kembali.

β€’ Tidak sedikit masyarakat yang takut bertanya karena khawatir dianggap mengetahui atau terlibat.

β€’ Edukasi sering dianggap tidak penting selama keluarga merasa baik-baik saja.

Padahal, pencegahan selalu lebih mudah daripada penanganan.

πŸŸ₯ JANGAN LAKUKAN INI

1. Jangan Menganggap “Ini Tidak Akan Terjadi pada Keluarga Saya”

Hampir semua keluarga yang pernah menghadapi persoalan serupa tidak pernah membayangkannya sebelumnya. Rasa aman boleh dimiliki, tetapi jangan sampai berubah menjadi rasa lengah.

2. Jangan Mengambil Keputusan Saat Panik

Kepanikan sering membuat seseorang bertindak tergesa-gesa. Dalam keadaan seperti itu, risiko mengambil langkah yang keliru menjadi lebih besar.

3. Jangan Percaya Semua Cerita

Setiap orang bisa bercerita, tetapi tidak semua cerita benar. Biasakan mencari informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Jangan Mudah Menghakimi

Sebuah potongan berita tidak pernah menceritakan seluruh keadaan. Hindari menyimpulkan sesuatu tanpa memahami konteksnya.

5. Jangan Menunggu Sampai Terlambat

Belajar setelah masalah datang selalu lebih berat daripada belajar sebelumnya.

🟩 YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN

βœ“ Bangun Komunikasi di Dalam Keluarga

Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak, pasangan, dan anggota keluarga lainnya. Komunikasi yang baik sering menjadi benteng pertama pencegahan.

βœ“ Jadikan Edukasi Sebagai Kebiasaan

Belajar tentang narkotika bukan karena sedang menghadapi masalah, tetapi karena ingin mencegah masalah.

βœ“ Biasakan Memeriksa Informasi

Sebelum mempercayai atau membagikan suatu informasi, pastikan sumbernya jelas dan dapat dipercaya.

βœ“ Peduli pada Lingkungan

Pencegahan tidak hanya dimulai dari rumah, tetapi juga dari sekolah, tempat kerja, dan lingkungan tempat kita hidup.

βœ“ Berani Bertanya

Tidak ada salahnya bertanya ketika belum memahami sesuatu. Bertanya adalah bagian dari belajar.

🟨 TAHUKAH ANDA?

Tahukah Anda?

Banyak persoalan menjadi lebih rumit bukan karena masalahnya terlalu besar, tetapi karena informasi yang diterima tidak lengkap atau terlambat.

❓ MITOS ATAU FAKTA

“Saya bukan pengguna narkotika, jadi saya tidak perlu mempelajarinya.”

❌ Mitos

Pengetahuan tentang narkotika dibutuhkan oleh setiap orang. Orang tua, guru, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan siapa pun yang ingin melindungi diri dan keluarganya.

“Persoalan narkotika hanya urusan aparat.”

❌ Mitos

Pencegahan memerlukan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, media, organisasi, dan pemerintah.

“Semua informasi yang beredar pasti benar.”

❌ Mitos

Selalu pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan dipahami secara utuh.

πŸ“Œ SALAH KAPRAH DI MASYARAKAT

Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah bahwa edukasi hanya dibutuhkan oleh mereka yang sudah menghadapi persoalan.

Padahal nilai terbesar dari edukasi adalah mencegah, bukan sekadar menjelaskan setelah kejadian.

Masyarakat yang memahami persoalan akan lebih siap menjaga keluarganya, lebih bijak menyikapi informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar.

πŸ’‘ SUDUT PANDANG BNM

BNM memandang bahwa perang melawan narkotika bukan hanya tugas aparat penegak hukum.

Perang ini dimulai dari rumah yang penuh perhatian.

Dari guru yang peduli kepada muridnya.

Dari masyarakat yang memilih bertanya daripada menyebarkan kabar yang belum jelas.

Dari orang tua yang meluangkan waktu mendengar cerita anaknya.

Dan dari setiap warga negara yang percaya bahwa pencegahan adalah tanggung jawab bersama.

⭐ POIN EMAS BNM

> “Jangan menunggu musibah datang untuk mulai belajar. Pengetahuan hari ini adalah perlindungan bagi keluarga esok hari.”

✍ RENUNGAN

Tidak ada keluarga yang berharap menghadapi persoalan narkotika.

Namun harapan saja tidak cukup.

Kita membutuhkan pengetahuan.

Kita membutuhkan kepedulian.

Kita membutuhkan keberanian untuk belajar sebelum keadaan memaksa kita belajar.

Karena pada akhirnya, keluarga yang kuat bukanlah keluarga yang tidak pernah menghadapi tantangan, melainkan keluarga yang memiliki bekal untuk menghadapinya dengan tenang dan bijaksana.

πŸ“– EDISI BERIKUTNYA

PM-002

“Anak Saya Positif Narkotika. Apa Langkah Pertama yang Harus Dilakukan?”

Mengapa 24 jam pertama sering menjadi masa yang paling menentukan? Kesalahan apa yang paling sering dilakukan keluarga? Dan bagaimana menyikapinya dengan tenang? Semua akan dibahas pada edisi berikutnya.

🀝 BNM SIAP MENJADI MITRA EDUKASI MASYARAKAT

Masih memiliki pertanyaan mengenai narkotika?

BNM membuka layanan edukasi, penyuluhan, dan konsultasi awal bagi masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas.

Hotline Edukasi BNM
πŸ“± 0821-9455-2032

BNM
Merangkul β€’ Membina β€’ Menyelamatkan Generasi

Share :

Baca Juga

Berita

β€œBNM Sulsel Mengajak Generasi Kembali Menemukan Tenang di Tengah Beratnya Zaman”

Berita

Perluas Gerakan Penyelamatan Generasi, BNM Sulsel Matangkan Pembentukan DPC Maros

Berita

Baitul Wakaf Hidayatullah Sulsel Kembali Bangun Masjid di Makassar

Berita

BNM Sulsel Hadirkan Dialog Hukum Narkotika dan Maksiat: Langkah Nyata Menjaga Generasi dan Moral Bangsa

Berita

Kompetisi TEKKEN di VB Coffee House Berlangsung Sukses, BNM Makassar Perkuat Sinergi Komunitas dalam Membangun Karakter Generasi Muda

Berita

Pondok Tahfidz Al Hijrah Uraso Tetap Semangat Belajar di Mushallah Darurat

Berita

Melawan Narkotika dengan Cahaya Iman, BNM Pinrang Luncurkan Gerakan Sejuta Ayat Kursi pada HANI 2026

Berita

Muswil BNM Sulsel Perkuat Gerakan Anti Narkoba dan Pembinaan Moral Masyarakat