Makassar, 15 Juni 2026 – Maraknya perundungan, kekerasan terhadap anak dan remaja, serta penyalahgunaan narkotika di usia muda menjadi alarm sosial yang menunjukkan semakin kompleksnya tantangan generasi saat ini.
Pengaruh negatif kini dapat masuk dengan cepat melalui berbagai ruang kehidupan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun pergaulan sosial, sementara kapasitas pengawasan orang tua dan masyarakat memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh dinamika tersebut.
Berangkat dari kondisi ini, BNM Sulawesi Selatan menjadikan momentum 1 Muharram 1448 H sebagai penguatan gerakan perlindungan generasi yang bersifat inklusif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat sosial maupun latar belakang.
Gerakan ini menegaskan bahwa perlindungan generasi tidak cukup hanya melalui pengawasan dan penindakan, tetapi harus dibangun melalui ekosistem tumbuh yang sehat, aman, dan produktif.
BNM menekankan pentingnya menghindarkan generasi muda dari ruang kosong tanpa arah dengan mengisi aktivitas mereka melalui pendidikan, olahraga, seni, literasi, kegiatan sosial, serta pembinaan karakter di keluarga, sekolah, rumah ibadah, dan masyarakat.
Sebagai penguatan ketahanan mental dan karakter, BNM juga menginisiasi program “Sejuta Ayat Kursi untuk Indonesia” sebagai simbol penguatan ketenangan batin, fokus diri, dan ketahanan pribadi dalam menghadapi tekanan sosial serta pengaruh negatif, yang dapat diikuti sesuai keyakinan masing-masing.
Ketua BNM Sulawesi Selatan, Hamka Hamid, menegaskan bahwa pembinaan generasi membutuhkan keterlibatan kolektif dan berkelanjutan.
“Anak-anak hari ini berada di arus pengaruh yang kuat. Mereka harus dibimbing, diarahkan, dan dibekali aktivitas positif agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan mampu menolak pengaruh buruk,” ujarnya.
BNM menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga bersama melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat.













