MAKASSAR, MPN — Tanah kavling menjadi salah satu pilihan yang banyak ditawarkan dalam pencarian property di Makassar. Pilihannya beragam, mulai dari lahan untuk membangun rumah hingga tanah yang ditawarkan untuk kebutuhan usaha atau investasi. Platform property saat ini juga menunjukkan banyaknya listing tanah kavling di kawasan Makassar.
Namun, membeli tanah kavling tidak cukup hanya melihat harga dan lokasi.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum mengambil keputusan.
1. Pastikan lokasi tanah
Datangi lokasi secara langsung jika memungkinkan.
Perhatikan akses jalan, lingkungan sekitar, batas tanah, kondisi kawasan, dan jarak menuju fasilitas yang dibutuhkan.
Tanah yang terlihat menarik di internet belum tentu sesuai ketika dilihat langsung.
2. Periksa luas dan bentuk tanah
Pastikan ukuran yang ditawarkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Perhatikan:
- luas;
- panjang dan lebar;
- bentuk tanah;
- batas-batas;
- akses menuju lokasi.
Hal ini penting terutama jika tanah akan digunakan untuk membangun rumah.
3. Tanyakan status dan dokumen
Jangan hanya bertanya:
“Ada sertifikat?”
Cari tahu dokumen apa yang tersedia dan apakah keterangannya sesuai dengan objek tanah yang ditawarkan.
Jika ada hal yang belum jelas, sebaiknya jangan terburu-buru melakukan pembayaran.
Untuk panduan yang lebih umum mengenai pemeriksaan tanah sebelum membeli, MPN juga telah membahas 7 hal yang perlu dicek sebelum membeli tanah di Makassar.
4. Kenali pihak yang menawarkan
Tanah bisa ditawarkan langsung oleh pemilik, agen, atau pihak lain.
Pastikan siapa pihak yang bertransaksi dan dalam kapasitas apa ia bertindak.
Jika melalui perantara, tanyakan hubungan perantara tersebut dengan pemilik tanah.
5. Jangan terpaku pada harga per meter
Harga per meter memang penting, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan.
Bandingkan juga:
lokasi → akses → luas → kondisi → dokumen → peruntukan.
Dua tanah dengan harga per meter yang berbeda bisa memiliki nilai yang berbeda pula karena lokasi dan karakteristiknya.
6. Sesuaikan dengan tujuan
Sebelum membeli, tentukan tujuan penggunaan tanah.
Apakah untuk:
rumah → kos → ruko → usaha → investasi?
Tujuan tersebut akan menentukan lokasi, ukuran, akses, dan karakteristik tanah yang dibutuhkan.
Jangan membeli hanya karena harga terlihat murah jika belum jelas akan digunakan untuk apa.
7. Pahami kesepakatan sebelum membayar
Jika sudah menemukan tanah yang cocok, jangan langsung terburu-buru melakukan pembayaran.
Pahami terlebih dahulu:
- harga;
- cara pembayaran;
- identitas pihak;
- objek tanah;
- dokumen;
- waktu transaksi;
- kewajiban masing-masing pihak;
- serta ketentuan apabila terjadi perubahan atau pembatalan.
Jika ada dokumen atau ketentuan yang tidak dipahami, tanyakan sebelum menandatangani atau membayar.
Tanah Kavling Murah Belum Tentu Pilihan Terbaik
Harga rendah memang menarik.
Tetapi keputusan membeli tanah sebaiknya melihat keseluruhan kondisi.
Murah + dokumen tidak jelas bukan berarti murah.
Strategis + dokumen jelas + sesuai kebutuhan bisa menjadi pertimbangan yang berbeda.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya membandingkan harga, tetapi juga membandingkan risiko dan manfaat.
Jika terdapat persoalan dokumen atau aspek hukum yang belum dipahami, berkonsultasi dengan pihak yang kompeten sebelum transaksi dapat menjadi langkah kehati-hatian.
Dari Tanah Kavling ke Property Makassar
Bagi masyarakat yang sedang mencari rumah, MPN sebelumnya juga menyediakan panduan rumah dijual di Makassar dan cara mencari hunian yang sesuai kebutuhan.
Ke depan, informasi property MPN dapat dikembangkan secara bertahap, termasuk:
rumah → tanah → tanah kavling → ruko → kos → property komersial.
Tujuannya bukan sekadar menambah artikel.
Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan pilihan property berdasarkan kebutuhan sekaligus mendorong kebiasaan melakukan pemeriksaan sebelum transaksi.
Sebelum membeli tanah kavling:
Lihat lokasinya.
Periksa dokumennya.
Kenali penjualnya.
Sesuaikan dengan kebutuhan.
Pahami kesepakatannya.
Baru ambil keputusan.







