Home / Program

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Apakah Mata Merah Selalu Menjadi Tanda Pengguna Narkotika? Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami

Oleh: Hamka Hamid, C.JI., CPLA
Ketua DPD BNM Sulawesi Selatan

Sebelum membaca artikel ini, Anda dapat memahami terlebih dahulu mengapa perilaku seseorang bisa berubah pada artikel Mengapa Pengguna Narkotika Mengalami Perubahan Perilaku? Memahami Hubungan Otak, Emosi, dan Lingkungan.

Mata merah sering kali langsung dikaitkan dengan penyalahgunaan narkotika. Tidak sedikit orang tua, guru, bahkan masyarakat umum yang terburu-buru menyimpulkan seseorang sebagai pengguna narkotika hanya karena matanya tampak merah. Lalu, benarkah mata merah selalu menjadi tanda penggunaan narkotika?

Jawabannya adalah tidak. Mata merah memang dapat muncul pada sebagian penyalahguna narkotika tertentu, tetapi kondisi ini juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lain, seperti kurang tidur, alergi, iritasi, infeksi, mata kering, hingga paparan debu atau asap. Karena itu, mata merah tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai seseorang menggunakan narkotika. 0

Apakah Mata Merah Bisa Terjadi pada Pengguna Narkotika?

Ya. Pada jenis narkotika tertentu, mata merah dapat muncul sebagai salah satu perubahan fisik. Namun, perubahan ini bukanlah ciri yang selalu ada dan tidak dialami oleh semua orang. Selain itu, mata merah juga harus dinilai bersama tanda lain dan tidak boleh dipisahkan dari kondisi kesehatan secara keseluruhan. 1

Apa Saja Penyebab Mata Merah Selain Narkotika?

Banyak kondisi sehari-hari yang dapat menyebabkan mata tampak merah, antara lain:

  • Kurang tidur.
  • Alergi.
  • Iritasi akibat debu, asap, atau lensa kontak.
  • Infeksi pada mata.
  • Mata kering.
  • Terlalu lama menatap layar komputer atau telepon genggam.

Karena penyebabnya sangat beragam, seseorang tidak boleh langsung diberi label sebagai pengguna narkotika hanya karena mengalami mata merah.

Mengapa Mata Merah Tidak Boleh Dijadikan Bukti Penggunaan Narkotika?

Dalam edukasi yang diterbitkan Badan Narkotika Nasional (BNN), perubahan fisik seperti mata merah hanya disebut sebagai salah satu tanda umum yang perlu diperhatikan. BNN juga menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut masih harus diverifikasi lebih lanjut dan tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang sebagai penyalahguna narkotika. 2

Fakta Penting
Mata merah bukan diagnosis penyalahgunaan narkotika. Jika disertai perubahan perilaku, penurunan kesehatan, atau tanda lain yang mengkhawatirkan, lakukan pendekatan yang baik dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Seseorang Bermata Merah?

  • Jangan langsung menuduh atau memberi label.
  • Tanyakan dengan baik apakah ada keluhan pada mata atau kondisi kesehatan lainnya.
  • Perhatikan apakah ada perubahan lain yang berlangsung terus-menerus.
  • Apabila mata merah tidak membaik atau disertai keluhan lain, anjurkan untuk memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Mata Merah dan Narkotika

Apakah semua pengguna narkotika mengalami mata merah?

Tidak. Dampaknya berbeda pada setiap orang dan tidak semua jenis narkotika menimbulkan perubahan yang sama.

Apakah mata merah saja cukup untuk memastikan seseorang menggunakan narkotika?

Tidak. Mata merah memiliki banyak penyebab sehingga tidak dapat dijadikan bukti penggunaan narkotika.

Kapan mata merah perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan?

Apabila mata merah berlangsung lama, disertai nyeri hebat, gangguan penglihatan, keluar cairan, atau keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya segera diperiksakan.

Kesimpulan

Mata merah memang dapat ditemukan pada sebagian penyalahguna narkotika tertentu, tetapi bukan merupakan tanda yang spesifik. Banyak kondisi lain yang jauh lebih sering menjadi penyebab mata merah. Oleh karena itu, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak memberikan stigma atau mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu gejala. Edukasi yang benar akan membantu keluarga mengambil langkah yang lebih bijaksana.

Baca Juga

Share :

Baca Juga

Program

Dewan Pers: Pengertian, Tugas, Fungsi, Wewenang, dan Perannya dalam Menjaga Kemerdekaan Pers

Program

Jurnalisme Digital: Pengertian, Karakteristik, Peluang, Tantangan, dan Perannya di Era Media Online

Program

Mobile Journalism (MOJO): Pengertian, Peralatan, Teknik, dan Cara Menjadi Jurnalis Mobile Profesional

Program

Siaran Pers (Press Release): Pengertian, Struktur, Cara Membuat, dan Contohnya

Program

Fact Checking (Cek Fakta): Pengertian, Tujuan, Metode, Tahapan, dan Perannya dalam Jurnalistik Modern

Program

Depth News (Berita Mendalam): Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Cara Menulisnya

Program

Kode Etik Jurnalistik: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Prinsip yang Wajib Dipahami

Program

Literasi Media: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Prinsip, dan Pentingnya di Era Digital