Oleh: Hamka Hamid, C.JI., CPLA
Ketua DPW Global Press Network (GPN) Sulawesi Selatan
Tanggal: 1 Agustus 2026
Dalam dunia jurnalistik, tidak semua informasi harus disampaikan secara singkat dan langsung seperti straight news. Ada kalanya sebuah peristiwa perlu dikemas dengan gaya yang lebih bercerita agar pembaca dapat memahami suasana, emosi, dan sisi kemanusiaan di balik sebuah kejadian. Bentuk tulisan seperti inilah yang dikenal sebagai feature.
Feature merupakan salah satu karya jurnalistik yang memadukan fakta dengan teknik bercerita. Meskipun lebih naratif dibanding berita langsung, seluruh isi feature tetap harus berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Apa Itu Feature?
Feature adalah karya jurnalistik yang menyajikan fakta dengan gaya penulisan yang lebih kreatif, deskriptif, dan naratif. Tujuannya bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak pembaca memahami makna di balik sebuah peristiwa atau mengenal lebih dekat tokoh, tempat, maupun fenomena tertentu.
Berbeda dengan straight news yang mengejar kecepatan, feature lebih menekankan kedalaman cerita dan pengalaman membaca. 1
Mengapa Feature Penting dalam Jurnalistik?
Feature memberikan ruang bagi jurnalis untuk menyampaikan informasi secara lebih mendalam tanpa kehilangan unsur fakta. Melalui teknik bercerita, pembaca tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami latar belakang, suasana, serta dampak dari sebuah peristiwa.
Ciri-Ciri Feature
- Berdasarkan fakta dan hasil peliputan.
- Menggunakan gaya bahasa yang lebih naratif.
- Menonjolkan unsur human interest.
- Tidak selalu terikat oleh unsur aktualitas.
- Memberikan gambaran yang lebih mendalam kepada pembaca.
Struktur Penulisan Feature
1. Judul
Judul feature harus menarik perhatian sekaligus mencerminkan isi tulisan.
2. Lead
Lead feature biasanya diawali dengan deskripsi suasana, kutipan, dialog, atau penggambaran tokoh yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu pembaca.
3. Isi Cerita
Bagian ini memuat fakta, hasil wawancara, deskripsi, latar belakang, serta alur cerita yang disusun secara mengalir.
4. Penutup
Feature umumnya diakhiri dengan kesimpulan, refleksi, kutipan narasumber, atau akhir cerita yang memberikan kesan mendalam.
Jenis-Jenis Feature
- Feature Tokoh.
- Feature Human Interest.
- Feature Perjalanan (Travel Feature).
- Feature Sejarah.
- Feature Budaya.
- Feature Ilmiah.
- Feature Lingkungan.
Langkah-Langkah Menulis Feature
- Menentukan topik yang menarik.
- Melakukan riset dan observasi.
- Mewawancarai narasumber.
- Mengumpulkan data pendukung.
- Menyusun alur cerita.
- Menggunakan bahasa yang hidup namun tetap faktual.
- Melakukan penyuntingan sebelum dipublikasikan.
Perbedaan Feature dan Straight News
| Feature | Straight News |
|---|---|
| Naratif dan deskriptif. | Langsung pada inti berita. |
| Menonjolkan human interest. | Menonjolkan fakta utama. |
| Tidak selalu terikat waktu. | Harus aktual. |
| Lebih mendalam. | Singkat dan padat. |
Kesalahan yang Sering Dilakukan
- Terlalu banyak opini penulis.
- Kurang melakukan riset.
- Deskripsi berlebihan hingga mengaburkan fakta.
- Tidak memiliki alur cerita yang jelas.
- Minim kutipan narasumber.
Kesimpulan
Feature merupakan karya jurnalistik yang menggabungkan fakta dengan teknik bercerita sehingga informasi menjadi lebih hidup dan mudah dipahami. Dengan memadukan data, observasi, serta wawancara yang kuat, feature mampu memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam tanpa mengurangi akurasi informasi.




