Oleh: Hamka Hamid, C.JI., CPLA
Ketua DPW Global Press Network (GPN) Sulawesi Selatan
Dalam dunia jurnalistik, terdapat satu teknik penulisan berita yang telah digunakan selama puluhan tahun dan masih menjadi standar di berbagai media, yaitu piramida terbalik (inverted pyramid). Teknik ini membantu jurnalis menyampaikan informasi penting secara cepat sehingga pembaca dapat langsung memahami inti berita tanpa harus membaca seluruh isi artikel.
Piramida terbalik menjadi struktur yang paling banyak digunakan dalam penulisan berita langsung (straight news). Melalui teknik ini, informasi disusun dari yang paling penting hingga yang paling rinci sehingga berita tetap utuh meskipun bagian akhirnya dipotong oleh editor karena keterbatasan ruang atau waktu. 1
Apa Itu Piramida Terbalik?
Piramida terbalik adalah teknik menyusun berita dengan menempatkan informasi yang paling penting di bagian awal, kemudian diikuti informasi pendukung, penjelasan tambahan, hingga detail yang sifatnya pelengkap.
Teknik ini berbeda dengan penulisan cerita atau novel yang membangun alur dari awal menuju klimaks. Dalam jurnalistik, pembaca harus segera mengetahui inti peristiwa hanya dalam beberapa paragraf pertama.
Mengapa Disebut Piramida Terbalik?
Istilah piramida terbalik muncul karena bentuk penyusunan informasinya menyerupai piramida yang dibalik. Bagian paling lebar berada di atas karena memuat informasi terpenting, sedangkan bagian bawah semakin sempit karena berisi detail tambahan.
Model ini membuat berita lebih efisien, mudah dibaca, dan mudah diedit tanpa menghilangkan inti informasi. 2
Struktur Piramida Terbalik
1. Lead (Teras Berita)
Lead merupakan paragraf pertama yang berisi inti berita. Pada bagian ini biasanya sudah terdapat unsur-unsur terpenting dari 5W+1H sehingga pembaca langsung mengetahui pokok peristiwa.
2. Tubuh Berita
Setelah lead, berita dilengkapi dengan penjelasan yang lebih rinci, seperti kronologi kejadian, kutipan narasumber, data pendukung, maupun informasi tambahan lainnya.
3. Penutup
Bagian akhir berisi informasi pelengkap, latar belakang, atau data tambahan yang tidak memengaruhi inti berita apabila harus dipotong.
Keunggulan Menggunakan Piramida Terbalik
- Memudahkan pembaca memahami inti berita.
- Meningkatkan efisiensi penyampaian informasi.
- Membantu editor memotong berita tanpa menghilangkan informasi utama.
- Sangat sesuai untuk media online yang mengutamakan kecepatan baca.
- Mendukung optimasi SEO karena informasi utama muncul di awal artikel.
Hubungan Piramida Terbalik dengan Rumus 5W+1H
Piramida terbalik hampir selalu dipadukan dengan rumus 5W+1H. Unsur What, Who, When, Where, Why, dan How biasanya sudah mulai dijawab pada lead agar pembaca memperoleh gambaran lengkap sejak awal.
Jika Anda belum memahami konsep tersebut, baca juga artikel Cara Menulis Berita yang Baik dan Benar: Panduan Lengkap Menggunakan Rumus 5W+1H.
Contoh Sederhana Piramida Terbalik
Lead: Pemerintah Kabupaten X meresmikan jembatan baru yang menghubungkan dua kecamatan pada Senin pagi untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat.
Isi: Peresmian dilakukan oleh bupati bersama sejumlah pejabat daerah. Jembatan sepanjang 120 meter tersebut dibangun selama delapan bulan dengan anggaran yang bersumber dari APBD.
Penutup: Warga berharap keberadaan jembatan baru dapat mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Lead terlalu panjang.
- Informasi utama justru berada di akhir berita.
- Terlalu banyak opini penulis.
- Unsur 5W+1H tidak lengkap.
- Tidak ada verifikasi terhadap fakta.
Pentingnya Menguasai Teknik Ini
Piramida terbalik merupakan teknik dasar yang wajib dikuasai oleh setiap jurnalis. Hampir seluruh media massa menggunakan struktur ini karena terbukti efektif dalam menyampaikan informasi secara cepat dan jelas kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa komunikasi, pelajar, humas, maupun penulis konten berita, memahami piramida terbalik akan membantu menghasilkan tulisan yang lebih sistematis dan profesional.
Kesimpulan
Piramida terbalik adalah teknik penulisan berita yang menempatkan informasi paling penting di awal, kemudian diikuti informasi pendukung dan detail tambahan. Struktur ini memudahkan pembaca memahami isi berita, membantu editor dalam proses penyuntingan, serta menjadi standar penulisan berita di berbagai media.
Baca Juga
- Apa Itu Jurnalis? Pengertian, Tugas, Fungsi, dan Perannya di Era Digital
- Perbedaan Jurnalis, Wartawan, Reporter, dan Koresponden yang Perlu Anda Ketahui
- Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Jurnalis dalam Menyajikan Informasi Berkualitas
- Kode Etik Jurnalistik: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Prinsip yang Wajib Dipahami
- Cara Menulis Berita yang Baik dan Benar: Panduan Lengkap Menggunakan Rumus 5W+1H





