Home / Program

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Teknik Wawancara Jurnalistik: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Cara Melakukan Wawancara yang Efektif

Oleh: Hamka Hamid, C.JI., CPLA
Ketua DPW Global Press Network (GPN) Sulawesi Selatan
Tanggal: 1 Agustus 2026

Wawancara merupakan salah satu keterampilan paling penting dalam dunia jurnalistik. Hampir setiap berita yang dipublikasikan media berasal dari informasi yang diperoleh melalui proses wawancara dengan narasumber. Oleh karena itu, kemampuan melakukan wawancara secara profesional menjadi bekal utama bagi setiap jurnalis.

Wawancara jurnalistik bukan sekadar mengajukan pertanyaan. Seorang jurnalis harus mampu membangun komunikasi yang baik, menggali informasi secara mendalam, melakukan konfirmasi fakta, serta menjaga etika selama proses wawancara berlangsung.

Dalam artikel ini akan dibahas pengertian wawancara jurnalistik, tujuan, jenis, teknik, tahapan pelaksanaan, hingga tips agar hasil wawancara menghasilkan berita yang akurat dan berkualitas.

Apa Itu Wawancara Jurnalistik?

Wawancara jurnalistik adalah proses tanya jawab antara jurnalis dengan narasumber untuk memperoleh informasi, fakta, pendapat, maupun klarifikasi mengenai suatu peristiwa yang akan diberitakan kepada masyarakat.

Berbeda dengan wawancara kerja atau penelitian, wawancara jurnalistik berorientasi pada kepentingan publik sehingga informasi yang diperoleh harus dapat dipertanggungjawabkan serta diverifikasi sebelum dipublikasikan. 1

Mengapa Wawancara Sangat Penting dalam Jurnalistik?

Melalui wawancara, seorang jurnalis memperoleh informasi langsung dari sumber yang mengetahui suatu peristiwa. Selain memperkaya isi berita, wawancara juga menjadi sarana untuk melakukan konfirmasi sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih akurat dan berimbang.

Tujuan Wawancara Jurnalistik

  • Mengumpulkan fakta yang akurat.
  • Memperoleh klarifikasi dari narasumber.
  • Mendapatkan kutipan langsung sebagai pendukung berita.
  • Menggali latar belakang suatu peristiwa.
  • Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat.

Jenis-Jenis Wawancara Jurnalistik

1. Wawancara Tatap Muka

Wawancara dilakukan secara langsung antara jurnalis dan narasumber. Teknik ini memudahkan pewawancara mengamati ekspresi, bahasa tubuh, serta situasi di sekitar narasumber.

2. Wawancara Melalui Telepon

Digunakan ketika narasumber berada di lokasi yang berbeda atau waktu peliputan terbatas. Meskipun praktis, jurnalis tetap harus memastikan identitas narasumber sebelum mengutip keterangannya.

3. Wawancara Daring (Online)

Perkembangan teknologi memungkinkan wawancara dilakukan melalui aplikasi konferensi video maupun platform komunikasi digital lainnya.

4. Wawancara Doorstop

Doorstop merupakan wawancara singkat yang biasanya dilakukan setelah suatu kegiatan resmi, konferensi pers, atau ketika narasumber sedang berada di lokasi tertentu.

Persiapan Sebelum Melakukan Wawancara

  • Pelajari latar belakang narasumber.
  • Pahami isu yang akan dibahas.
  • Susun daftar pertanyaan.
  • Siapkan alat rekam dan buku catatan.
  • Tentukan tujuan wawancara.

Teknik Bertanya yang Efektif

Gunakan pertanyaan terbuka agar narasumber dapat memberikan jawaban yang lebih lengkap. Hindari pertanyaan yang menggiring opini atau mengandung asumsi tertentu.

Mulailah dengan pertanyaan yang ringan, kemudian secara bertahap masuk ke pokok persoalan. Dengarkan jawaban narasumber dengan saksama dan ajukan pertanyaan lanjutan apabila masih diperlukan.

Etika Wawancara Jurnalistik

  • Perkenalkan identitas sebagai jurnalis.
  • Hormati hak narasumber.
  • Jangan memotong pembicaraan.
  • Jangan mengubah isi kutipan.
  • Jaga sikap profesional selama wawancara.
  • Lakukan konfirmasi apabila terdapat informasi yang meragukan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Jurnalis Pemula

  • Tidak melakukan riset sebelum wawancara.
  • Pertanyaan terlalu panjang.
  • Terlalu banyak berbicara dibanding mendengarkan.
  • Tidak mencatat informasi penting.
  • Tidak melakukan verifikasi terhadap jawaban narasumber.

Hubungan Wawancara dengan Penulisan Berita

Informasi hasil wawancara menjadi bahan utama dalam penyusunan berita. Setelah data terkumpul, jurnalis menyusun informasi menggunakan teknik 5W+1H dan struktur piramida terbalik agar berita mudah dipahami pembaca.

Kesimpulan

Wawancara jurnalistik merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap jurnalis. Keberhasilan wawancara sangat dipengaruhi oleh persiapan, kemampuan berkomunikasi, teknik bertanya, serta komitmen untuk menjaga etika profesi.

Semakin baik kemampuan seorang jurnalis melakukan wawancara, semakin lengkap dan berkualitas pula informasi yang dapat disajikan kepada masyarakat.

Baca Juga

Share :

Baca Juga

Program

Kode Etik Jurnalistik: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Prinsip yang Wajib Dipahami

Program

Dewan Pers: Pengertian, Tugas, Fungsi, Wewenang, dan Perannya dalam Menjaga Kemerdekaan Pers

Program

Apakah Pengguna Narkotika Selalu Bertubuh Kurus? Mitos atau Fakta?

Program

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers: Pengertian, Isi, Tujuan, Asas, Fungsi, Hak, dan Kewajiban Pers

Program

Berita Investigasi (Investigative News): Pengertian, Ciri-Ciri, Teknik, dan Tahapan Peliputan

Program

Artificial Intelligence (AI) dalam Jurnalistik: Pengertian, Manfaat, Peluang, Tantangan, Etika, dan Masa Depan Dunia Pers

Program

Hak Tolak Wartawan: Pengertian, Dasar Hukum, Fungsi, Syarat, dan Perlindungan Profesi Jurnalis

Program

Organisasi Pers di Indonesia: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Perannya dalam Meningkatkan Profesionalisme Wartawan